Tepat Guna

Tepat Guna – Berbagai mesin pengemas thermoform menjadi pemenang dalam Kompetisi Pameran Teknologi Ceylon Town Archipelago (TTGN) yang diselenggarakan di Ceylon Town Archipelago (TTGN) Fair Technology Competition yang diselenggarakan di kantor Bapedalitbang Ceylon pada Senin hingga Rabu (6-8/3). Alat ini merupakan ciptaan Amrizal yang tinggal di Ceylon.

Kompetisi TTGN diikuti oleh 38 orang yang terdiri dari 18 peserta pada kategori TTGN Innovation, tiga peserta pada kategori TTGN Advanced, dan tujuh peserta pada kategori Pelayanan Teknologi Perdesaan (Posiantekdes).

Tepat Guna

Tepat Guna

Para juri lomba antara lain PDT Helmiati, Direktur Badan Pengembangan Daya Saing Kementerian Perdesaan, Kepala Ahli Balitbang Inovasi Nasional, dan Wakil Direktur Departemen Teknik II Sultan Ageng. Universitas Sirajuddin Tirtaisa.

Gelar Teknologi Tepat Guna (ttg) Xviii Tingkat Provinsi Ntb

Dalam pernyataannya, Heldy mengatakan: “Untuk mendorong dan meningkatkan teknologi yang dikembangkan para peneliti, kami akan mendukung dan memfasilitasi pemrosesan hak di masa depan.”

Pemenang setiap kategori menerima sertifikat hadiah dan biaya pelatihan. Meraih Juara 1 setiap kategori mewakili Kota Cilegon dan mengikuti kompetisi TTGN Provinsi Banten. Nantinya, juara I tingkat provinsi akan mengikuti turnamen TTGN tingkat menengah.

Sebagai informasi, lomba teknologi nusantara XXIV akan digelar di Provinsi Lampung pada tahun 2023. PDTT akan menjadi panitia gabungan Kementerian Perdesaan dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam acara yang digelar pada 7 Juni 2023 bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. hari teknologi tepat guna di kepulauan tersebut. 3 Tahun 2001. Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, menyelesaikan permasalahan masyarakat, tidak merugikan lingkungan hidup, serta mudah dimanfaatkan oleh masyarakat dan memberikan nilai tambah baik secara ekonomi maupun lingkungan hidup.

Pada dasarnya teknologi tepat guna adalah teknologi yang mempunyai tujuan dan bermanfaat bagi masyarakat. “Sengaja” artinya teknologi tersebut cocok untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Kegunaan artinya teknologi dapat dimanfaatkan untuk memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat.

Gelar Teknologi Tepat Guna

Produk dalam kategori “teknologi terkait” bukan sekadar teknologi baru yang tidak berguna. Teknologi baru ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan teknologi, namun dengan cara yang sederhana dan efisien.

Suatu perangkat dapat dikatakan layak secara teknis apabila mempunyai empat parameter yang dapat dijadikan acuan. Berikut penjelasannya

Contoh perlengkapan yang cocok adalah trailer. Teknologi ini sangat berguna bila digunakan dan dikembangkan di pedesaan, terutama di daerah yang banyak penduduknya bekerja di bidang pertanian atau hortikultura.

Tepat Guna

Dengan menggunakan traktor, petani tidak lagi membutuhkan tenaga hewan seperti anak sapi untuk membajak sawah atau petani itu sendiri untuk berburu. Jadi, penggunaan trailer ini tidak hanya efisien dan efektif tetapi juga menguntungkan.

Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Pencegahan Pencemaran Lingkungan.

Pompa piston hidrolik adalah teknologi cocok yang sedang dikembangkan dengan bantuan air di banyak desa. Teknik irigasi ini banyak ditemukan di daerah pegunungan atau pedesaan dan pegunungan. Misalnya saja Kabupaten Puncak, Jawa Barat.

Pompa ini bekerja seperti konverter air hidrolik: ketika air masuk ke dalam pompa, pompa ini mempunyai bagian “kepala hidrolik” dan bagian pembuangan tertentu, volume air yang dihasilkan akan tinggi dan tekanan air akan rendah.

Teknologi ini juga sepenuhnya ramah lingkungan karena tidak menggunakan minyak atau gas sebagai bahan bakar.

Masyarakat pedesaan mulai sadar akan manfaat teknologi. Namun sayangnya, tidak semua warga pedesaan di Indonesia mempunyai pola pikir yang sama.

Teknologi Tepat Guna Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Hal ini ditunjukkan dengan ditemukannya teknologi yang banyak digunakan yang disebut penyebar pupuk. Mesin ini akan memudahkan petani dalam menggunakan pupuk secara cepat dan efisien.

Pompa air ini ditemukan oleh insinyur Inggris John Leary dengan menggunakan kekuatan pompa sepeda. Teknologi pompa air ini digunakan untuk mengairi dan mendistribusikan air di beberapa bagian Guatemala.

Berbeda dengan pompa air yang kebanyakan menggunakan motor diesel atau listrik, teknologi ini hanya menggunakan tenaga manusia.

Tepat Guna

Tags: Makalah Penelitian Akademik, Komunitas, Fakultas Berprestasi, Fakultas Hebat, Lembaga Terakreditasi, Institut UMA, Riset, Teknologi Tepat Guna, Top UMA, Universitas Medan, Pemeringkatan Universitas, Universitas Internasional Tanjung Selor – Ongoing Program technology (TTG))) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) 2021, pesertanya terdiri dari pemuda Benuet dari lima kabupaten/kota yang memaparkan kegiatannya.

Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Crab Ball Untuk Tingkatkan Produksi Kepiting Dan Daya Saing Petani Tambak

Hasil kegiatan teknis terkait hasil ide kreatif para peserta dipaparkan pada Kamis (24/6) di Gedung Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Handoko, guru SMKN 3 Tanjung Selor, mengatakan dirinya dan banyak siswa lainnya telah mengembangkan alat yang memudahkan dan memudahkan petani membuat arang dari sawah.

Bahan tersebut diolah dalam waktu tiga hari, dibuat dengan cara menumpuk beras atau bulir beras dengan bahan yang tidak terpakai di dekat alat penggilingan. Handoko pun mengaku beras yang mereka hasilkan dijual ke perusahaan swasta di Kalimantan Utara.

Selain Handoko, Sudyamin, selaku Kepala Posiantek (Dinas Teknis) Kota Persatuan, Timur Tarakan menuturkan, dirinya membangun mobile serang.

Pekan Inovasi Teknologi Tepat Guna

“Jadi fungsinya untuk menggiling ikan, sosis, dan makanan lainnya, tapi kami membuatnya seperti oven agar asap yang dihasilkan tidak mengganggu lingkungan sekitar.” Sebab, di bagian belakangnya terdapat lubang asap sehingga tidak ada asap yang dihasilkan,” jelasnya mengacu pada kipas angin di ruang pembakaran.

“Alat ini fleksibel karena berbentuk seperti meja, sehingga tidak perlu menyiapkan meja lain. Pengoperasiannya yang dimodifikasi mirip dengan pembakaran normal, namun permukaannya tertutup sehingga dapat dibersihkan saat memasak dengan baik. “Selain itu, batu bara yang kami gunakan juga tidak cepat habis,” tambah Sudiamin.

Di sisi lain, Superman asal kawasan Bunyu, Provinsi Bulungan menjelaskan, pihaknya telah mengembangkan cara untuk melestarikan makanan tradisional. Ia mengaku istrinya terkena kanker payudara karena mengonsumsi ikan yang mengandung formaldehida sebagai tindakan pencegahan.

Tepat Guna

“Hal ini menginspirasi saya untuk mencari tahu cara membuat ikan alami dan tidak berbahaya untuk menggantikan formaldehida.” Pada produk ini kami menggunakan tungku berkualitas yang terbuat dari baja berkualitas tinggi yang kuat dan menarik karena memiliki bentuk yang unik. , ”jelasnya.

Pembinaan Teknologi Tepat Guna Di Desa Sibangkaja Tahun 2023

Seperti pompa udara yang tersedia untuk membakar kayu sebagai bahan bakar, penemuan baru ini menggunakan kompor gas.

Ia menjelaskan tentang salah satu peralatan: “Efek pembakaran itu asap, kita tangkap, asapnya naik dan menumpuk di lemari es.”

Pipa penyedia air hitam harus melewati sistem penyimpanan makanan.

Orang tersebut meyakini bahwa alat penyimpan makanan tersebut dapat diperjualbelikan dan berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, Superman yakin ikan asap yang dihasilkan dengan bantuan pelembut air bisa menjadi produk umum di wilayah Bunyu.

Pt. Aplikasi Tepat Guna

Suprapto selaku wakil Kalimantan Utara di ajang nasional dan wakil TTG tingkat India dan Asia di Filipina tahun 2019 mengatakan, alangkah baiknya para peserta TTG bisa membawa ilmu tentang pentingnya hal tersebut. Alat kreatif.

“Ada baiknya untuk mengedukasi peserta TTG tentang inovasi, dimana inovasi merupakan perangkat yang tidak bisa ditiru,” jelasnya.

“Awalnya mungkin tidak menjadi masalah karena dijadikan sebagai latihan juga. Suprapto (saq/dkispkaltara) menyimpulkan: “Proses ini sudah berlangsung lama, setidaknya kedepannya bisa diubah sehingga bahan yang dihasilkan tidak bagus dan berubah menjadi produk palsu.” Para pendatang baru di desa berusaha menyelesaikan beberapa permasalahan masyarakat dengan teknologi yang sederhana dan murah. Pekerjaan mereka memerlukan dukungan berbagai kalangan.

Tepat Guna

Yuli Sunario menunjukkan peralatan yang dikembangkan mesin potong dan gerinda seluruh dunia pada acara Teknologi Tepat Guna Nusantara (TTGN) XXIII yang digelar di Kabupaten Siribon, Jawa Barat pada Kamis (20/10/2022). Mobil yang dibuatnya bersama Harry Erawan menjadi TTGN pertama yang berhasil menjuarai pameran kelas TTG tingkat nasional.

Juara 2 Lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Kota Surabaya Tahun 2018

Pekan Raya Teknologi Nusantara (TTGN XXIII) di Cirebon, Jawa Barat, digelar Rabu hingga Jumat (19-21 Oktober 2022) dengan menampilkan demonstrasi inovasi di desa-desa. Mereka mencoba menyelesaikan beberapa permasalahan masyarakat dengan menggunakan teknologi yang sederhana dan murah.

Pekerja asal Desa Sindanzawa Cirebon, Nana Mulyana tersenyum memamerkan mesin serbaguna dan rusak yang dibelinya di acara TTGN, Kamis (20/10/2022). Teknologi yang terkait dengan Lampung ini akan membantu penggunaan lahan di daerah ini secara lebih efisien.

Mesin berkapasitas 4,3 juta itu mampu mengolah kentang, jagung, kopi, kelapa sawit, dan kotoran hewan. Anda juga bisa menyiapkan adonan setebal 2mm menggunakan alat ini.

Tahun ini KWT mulai bertani di desanya dengan menggunakan kompos yang terbuat dari pisang, rumput, dan kotoran hewan. Namun proses produksinya padat karya dan mahal. Misalnya, selama ini penghitungan puluhan ribu kilogram (kg) pisang dilakukan dengan tangan.

Kontes Teknologi Tepat Guna Dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Tiap warga hanya bisa memotong tiga karung sehari yang berisi 180 kilogram pisang. Gaji harian Rp 100.000 per orang. “Sebenarnya kami membutuhkan 1.200 kg per hari. Kalau menggunakan tenaga kerja pasti akan lebih mahal. “Makanya kami membeli mobil ini,” katanya.

Ia mengatakan mesin tersebut dapat merobek 30 hingga 40 kantong berisi hingga 2.400 jari. Dengan cara ini, kepala desa bisa menghemat anggaran dan memberikan pupuk ke pabrik. Pada akhirnya para petani mendapat manfaat dari pertanian organik.

Pompa mini pintar rancangan Agus Salim ini diresmikan pada Rabu (19/10/2022) di acara Teknologi Kepulauan XXIII yang digelar di Sireban, Jawa Barat. Perangkat ini merupakan pemenang yang menjanjikan pada kategori 2022 terkait teknologi baru.

Tepat Guna

Selain itu, subsidi pemerintah untuk pupuk kini dikurangi. Banyak petani terpaksa membeli pupuk yang tidak disubsidi dan mahal. Para pemimpin desa dan masyarakat mencoba menanam tanaman komersial karena lahannya tidak sesubur dulu.

Pembuatan Teknologi Tepat Guna Kelompok Kkn T 128

Ia berkata, “Pertanian Sindanjawa mulai sakit karena terlalu banyak bahan kimia. Produksi beras saat ini sebanyak 5 ton gabah kering.

Contoh alat tepat guna, teknologi tepat guna sampah, mesin teknologi tepat guna, manfaat teknologi tepat guna, teknologi tepat guna sederhana, contoh teknologi tepat guna, jenis teknologi tepat guna, teknologi tepat guna pramuka, cv teknologi tepat guna, mesin tepat guna, inovasi teknologi tepat guna, alat teknologi tepat guna

Leave a Comment